Bayangan atau Tanggapan Dalam Psikologi
PENGANTAR
Istilah bayangan sering disebut dengan istilah tanggapan. Dalam persepsi telah dikemukakan bahwa dengan perantara alat indera orang dapat menyadari tentang hal-hal atau keadaan-keadaan yang ada disekitarnya. Dalam proses persepsi terjadilah gambaran dalam jiwa seseorang. Ternyata gambaran sebagai hasil proses persepsi tidak langsung hilang setelah pengamatan selesai. Manusia mempunyai kemampuan-kemampuan lain disamping kemampuan untuk mengadakan persepsi yaitu kemampuan membayangkan atau menanggap kembali hal-hal yang telah diamatinya itu.
Dengan adanya kemampuan ini sekaligus menunjukkan bahwa gambaran yang terjadi pada waktu persepsi tidak hilang begitu saja, tetapi dapat disimpan dalam jiwa individu itu. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa dalam proses menanggap atau membayangkan kembali merupakan representasi yaitu membayangkan kembali atau menimbulkan kembali gambaran-gambaran yang terjadi pada waktu persepsi.
Baik dalam persepsi maupun dalam tanggapan kedua-duanya dapat membentuk gambaran tetapi pada umumnya gambaran yang terjadi pada persepsi lebih jelas dan lebih lengkap apabila dibandingkan dengan gamabaran pada tanggapan.
Antara persepsi dan tanggapan terdapat perbedaan satu dengan yang lainnya yaitu :
1). Pada persepsi dibutuhkan adanya objek yang dipersepsi dan ini akan menimbulkan gambaran persepsi. Gambaran yang terjadi pada persepsi akan lebih jelas, lebih terang daripada gambaran tanggapan. Ini disebabkan karena dalam tanggapan tidak dibutuhkan adanya objek lagi sehingga pada umumnya gambarnya kurang jelas.
2). Oleh karena persepsi terikat akan adanya objek, maka pada persepsi akan terikat pada waktu dan tempat. Orang mempersepsi pada sesuatu tempat dan waktu tertentu. Orang tidak dapat mempersepsi terlepas dari tempat dan waktu, sebab waktu dan tempat mengikat objek yang dipersepsi. Tetapi lain halnya dengan tanggapan
Pada tanggapan orang dapat terlepas dari soal waktu dan tempat, ini berarti bahwa manusia dapat menanggap atau membayangkan apa yang ingin dibayangkan.
3). Persepsi berlangsung selama stimulus itu bekerja dan selama perhatian tertuju kepadanya, sedangkan tanggapan berlangsung selama perhatian tertuju kepada membayangkan itu.
a. INGATAN
Pribadi manusia beserta aktivitas-aktivitasnya tidak semata-mata ditentukan oleh pengaruh dan proses-proses yang berlangsung waktu kini, tetapi juga oleh pengaruh-pengaruh dan proses-proses di masa yang lampau; pengaruh-pengaruh dan proses-proses yang lampau ikut menentukan. pribadi berkembang di dalam suatu sejarah di mana hal yang lampau dalam cara tertentu selalu ada dan dapat diaktifkan kembali.
Ingatan merupakan alih bahasa dari memory. Karena itu disamping ada yang menggunakan ingatan ada pula yang menggunakan istilah memori sesuai dengan ucapan dari memory. Pada umumnya para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Dengan adanya kemampuan mengingat pada manusia, hal ini menunjukkan bahwa manusia mampu menerima, menyimpan dan menimbulkan kembali pengalaman-pengalaman yang dialaminya.
Apa yang telah pernah dialami oleh manusia tidak sepenuhnya hilang, tetapi disimpan dalam jiwanya. Dan apabila dibutuhkan hal-hal yang disimpan itu dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran. Tetapi inipun tidak berarti bahwa semua yang telah pernah dialami itu akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatan dan dapat ditimbulkan kembali. Karena itu ingatan merupakan kemampuan yang terbatas.
Contohnya orang dapat mengingat sesuatu kejadian, ini berarti kejadian yang diingat itu pernah dialami, atau dengan kata lain kejadian itu pernah dimasukkan ke dalam jiwanya, kemudian disimpan dan pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Dengan demikian maka ingatan itu merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menerima atau memasukkan (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau
Dari hal tersebut diatas dapat dikemukakan bahwa ingatan merupakan kemampuan psikis untuk memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang lampau. Istilah lain yang sering digunakan untuk memasukkan (encoding), menyimpan (storage) dan untuk menimbulkan kembali (retrieval).
Apabila seseorang mengadakan persepsi atau pengalaman, maka apa yang dipersepsi itu atau yang dialami itu tidak hilang sama sekali, tetapi dapat disimpan dalam ingatan dan apabila diperlukan pada suatu waktu dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran.Sesuai dengan apa yang telah dijelaskan didepan apabila seseorang memasukkan sesuatu dalam ingatannya, ada tahapannya dalam hal mengingat hal tersebut.
Stimulus yang merupakan sensory input dipersepsi melalui alat indera (sensory register). Untuk mengadakan persepsi perlu adanya perhatian. Apa yang dipersepsi itu masuk dalam ingatan, dan dalam waktu yang singkat apa yang dipersepsi itu dapat ditimbulkan kembali sebagai memory output. Ini yang disebut sebagai short-term memory.
Disamping itu apa yang dipersepsi dapat pula tidak segera dapat ditimbulkan dalam alam kesadaran sebagai memory output, tetapi disimpan dalam ingatan melalui encoding. Pada suatu waktu apabila diperlukan melalui retrieval apa yang ada di dalam gudang atau ingatan itu ditimbulkan kembali sebagai memory output. Retrieval merupakan kebalikan dari encoding, yaitu mencari informasi yang ada dalam gudang ingatan.
Dengan kata lain apa yang dipersepsi atau dipelajari itu disimpan dalam ingatan dalam waktu yang lama, dan apabila dibutuhkan dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran. Ini yang disebut sebagai long-term memory. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa ingatan dapat dibedakan antara (1) short-term memory dan (2) long-term memory, disamping apa yang disebut sebagai (3) sensory memory. Perbedaan antara ketiga macam ingatan itu terletak pada waktu antara masuknya stimulus untuk dipersepsi dan ditimbulkannya kembali sebagai memory output.
Apabila jarak waktu antara pemasukkan stimulus dan penimbulan kembali sebagai memory output berkisar antara 20-30 detik ini merupakan short-term memory. Sedangkan untuk selebihnya merupakan long-term memory. Untuk waktu sensory memory waktunya lebih pendek lagi yaitu kira-kira 1 deti
a. Fungsi Memasukkan (learning)
Dalam ingatan yang disimpan adalah hal-hal yang pernah dialami oleh seseorang. Bagaimana seseorang memperoleh pengalaman dapat dibedakan dalam dua cara, yaitu (1) dengan cara tidak sengaja dan (2) dengan cara sengaja.
Memperoleh pengalaman dengan cara tidak sengaja, yaitu apa yang dialami seseorang dengan tidak sengaja itu dimasukkan dalam ingatannya. Hal ini terlihat dengan jelas pada anak-anak, bagaimana mereka memperoleh pengalaman tidak dengan sengaja, dan hal ini kemudian disimpan dalam ingatannya. Bagaimana mereka memperoleh pengalaman misalnya bahwa gelas kalau jatuh dapat pecah, bahwa kayu itu keras dan dapat menimbulkan rasa sakit apabila terantuk olehnya. Pengalaman-pengalaman ini disimpannya dalam ingatan sebagai pengertian-pengertian.
Seseorang memperoleh pengalaman-pengalaman dengan sengaja yaitu apabila seseorang dengan sengaja memasukkan pengalaman-pengalamannya, pengetahuan-pengetahuannya dalam psikisnya. Dalam bidang ilmu pada umumnya orang akan memperoleh pengetahuan dengan sengaja. Dengan demikian orang dengan sengaja mempelajari hal-hal atau keadaan-keadaan yang kemudian dimasukkan dalam ingatannya.
Berdasarkan atas penelitian-penelitian ternyata kemampuan individu untuk memasukkan apa yang dipersepsi atau apa yang dipelajari itu terdapat perbedaan satu dengan yang lain. Ada orang yang dapat cepat memasukkan apa yang dipelajarinya, tetapi sebaliknya juga ada orang yang lambat. Cepat atau lambat seseorang memasukkan apa yang dipersepsi atau apa yang dipelajari itu merupakan sifat ingatan yang berkaitan dengan kemampuan memasukkan (learning). Berhubung dengan hal tersebut problem psikologis ialah bagaimana usaha agar yang dipelajari atau yang dipersepsi itu dapat cepat masuk dan dapat dengan baik disimpannya.
Beberapa eksperimen menunjukkan bahwa rangkaian huruf-huruf yang penuh arti akan jauh lebih mudah dimasukkan atau mudah dipelajari dan mudah diingat daripada rangkaian huruf-huruf yang tidak mempunyai arti oleh individu yang bersangkutan. Orang yang dapat memasukkan atau mempelajari banyak materi pada suatu waktu tertentu, ini yang disebut bahwa orang yang bersangkutan mempunyai ingatan yang luas. Sebaliknya apabila individu hanya dapat mampu mempelajari atau memasukkan materi yang sedikit pada suau waktu tertentu, ini yang disebut bahwa individu yang bersangkutan mempunyai ingatan yang sempit.
b. Fungsi Menyimpan
Fungsi kedua dari ingatan adalah mengenai penyimpanan (retention) apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi. Problem yang timbul berkaitan dengan fungsi ini ialah bagaimana agar yang telah dipelajari atau yang telah dimasukkan itu dapat disimpan dengan baik, sehingga pad suatu waktu dapat ditimbulkan kembali apabila dibutuhkan. Seperti diketahui setiap proses belajar akan meninggalkan jejak-jejak (traces)dalam jiwa seseorang. Dan traces ini untuk sementara disimpan dalam ingatan yang pada suatu waktu dapat ditimbulkan kembali. Traces atau jejak-jejak ini yang disebut sebagai memory traces.
Sekalipun dengan memory traces memungkinkan seseorang mengingat apa yang telah pernah dipelajari atau telah pernah dipersepsi. Tetapi ini tidak berarti bahwa semua memory traces pada suatu waktu dapat hilang, dalam hal ini orang mengalami kelupaan. Di samping memory traces itu dapat hilang, memory traces juga dapat berubah tidak seperti semula, ada kemungkinan bagian-bagiannya akan berubah, sehingga apabila ditimbulkan kembali untuk diingat, apa yang muncul tidak seperti pada waktu dipelajari hal tersebut.
Hal ini yang disebut bahwa ingatan orang tersebut tidak setia, apa yang diingat dapat berubah atau berkurang dari keadaan pada waktu dipelajari. Ada bagian-bagian yang hilang yang tidak dapat diingat kembali.Sehubungan dengan masalah retensi atau penyimpanan dan juga mengenai masalah kelupaan, suatu persoalan yang timbul ialah soal interval, yaitu jarak waktu antara memasukkan atau mempelajari dan menimbulkan kembali apa yang dipelajari itu.
Mengenai interval dapat dibedakan antara (1) lama interval dan (2) isi interval.
1) Lama interval yaitu berkaitan dengan lamanya waktu antara waktu pemasukkan bahan (act of learning) sampai ditimbulkan kembali bahan itu (act of remembering). Lama interval berkaitan dengan kekuatan retensi. Makin lama intervalnya, makin kurang kuat retensinya atau dengan kata lain kekuatan retensinya menurun.
2) Isi interval yaitu berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terdapat atau mengisi interval. Aktvitas-aktivitas yang mengisi interval akan merusak atau mengganggu memory traces, sehingga kemungkinan individu akan mengalami kelupaan.
Fungsi Menimbulkan Kembali
Fungsi ketiga dari ingatan ialah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Dalam menimbulkan kembali apa yang disimpan dalam ingatan dapat ditempuh dengan (1) mengingat kembali (to recall) dan mengenal kembali (to recognize) Pada mengingat kembali orang dapat menimbulkan kembali apa yang diingat tanpa dibantu adanya objek sebagai stimulus untuk dapat diingat kembali. Jadi dalam hal mengingat kembali orang tidak dibantu dengan adanya objek. Misalnya orang dapat mengingat kembali tentang cirri-ciri penjambret yang menjambret tasnya, sekalipun penjambretan itu tidak ada.
Pada mengenal kembali orang dapat menimbulkan kembali apa yang diingat atau yang telah pernah dipelajari dengan bantuan adanya objek yang harus diingat. Jadi dalam mengenal kembali orang dibantu dengan adanya objek yang perlu ditimbulkan kembali. Misalnya ada sepeda yang hilang kemudian ditemukan oleh pihak kepolisian, dan barang siapa yang kehilangan sepeda dapat melihat sepeda tersebut apakah sepeda itu miliknya atau bukan. Setelah seseorang melihat sepeda tersebut, orang dapat mengenal kembali bahwa sepeda itu adalah sepedanya yang hilang sebulan yang lalu.
Karena pada mengenal kembali orang dibantu oleh adanya objek, maka besar kemungkinannya apa yang tidak dapat diingat kembali dapat dikenal kembali oleh seseorang. Karena itu sering dikemukakan bahwa mengenal kembali itu akan lebih mudah apabila dibandingkan dengan mengingat kembali. Tetapi tidak berarti bahwa pada mengenal kembali akan selalu benar atau selalu tepat. Pada mengenal kembalipun orang dapat mengalami kesalahan-kesalahan atau orang tidak dapat mengenal kembali seperti pada halnya mengingat kembali.
Salah satu eksperimen mengenai hal ini dapat disajikan sebagai berikut :
Kepada S (subjek coba) diberikan 20 buah gambar, selang beberapa waktu S diberikan 40 macam gambar, diantaranya terdapat 20 gambar yang telah pernah diperlihatkan kepada S (gambar lama), dan 20 gambar baru. Tugas S ialah membedakan mana gambar-gambar yang lama dan mana gambar-gambar yang baru. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa S membuat kesalahan-kesalahan, yaitu kesalahan yang berwujud penukaran gambar-gambar, artinya gambar yang baru dikira gambar yang lama, dan gambar yang lama dikira gambar yang baru. Ini menunjukkan bahwa dalam mengenal kembalipun dapat terjadi kesalahan (Bigot, dkk., 1950).
Comments
Post a Comment