Pengertian Psikologi dan Ruang Lingkupnya
A. PENGERTIAN PSIKOLOGI
Psikologi terdiri atas dua kata, yaitu psyche dan logos. Psyche adalah bahasa Yunani yang artinya jiwa, sedangkan logos artinya ilmu. Jadi psikologi dapat diartikan dengan “ilmu jiwa”. Makna ilmu jiwa bukan mempelajari jiwa dalam pengertian jiwa sebagai
soul atau roh, tetapi lebih kepada mempelajari gejala-gejala yang tampak dari manusia yang ditafsirkan sebagai latar belakang kejiwaan seseorang atau spirit dari manusia sebagai mahluk yang berjiwa.
Psikologi juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sifat-sifat kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi perilaku dan kepribadiannya, dengan pandangan bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya.
Ditinjau dari segi ilmu bahasa, perkataan psikologi berasal dari perkataan psyche yang diartikan jiwa dan perkataan logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Karena itu perkataan psikologi sering diartikan atau diterjemahkan dengan ilmu pengetahuan tentang jiwa atau disingkat dengan ilmu jiwa.
Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Gerungan sebagai berikut :
a. Ilmu jiwa itu merupakan istilah bahasa Indonesia sehari-hari dan yang dikenal tiap-tiap orang, sehingga digunakan dalam arti yang luas dan telah lazim dipahami orang. Sedangkan kata psikologi merupakan suatu istilah “ilmu pengetahuan” suatu istilah yang scientific, ilmu jiwa yang bercorak ilmiah tertentu.
b. Ilmu jiwa dipergunakan dalam arti yang lebih luas daripada istilah psikologi, meliputi segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan tetapi juga segala khayalan dan spekulasi mengenai jiwa itu.
Psikologi meliputi ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah yang memenuhi syarat-syarat yang dimufakati sarjana-sarjana psikologi zaman sekarang ini.
Beberapa pengertian psikologi, sebagaimana dikemukakan oleh Wisnubrata Hendrojuwono (1994) adalah sebagai berikut :
1. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari adanya jiwa dan kehidupan jiwa (Bigot, Kohnstamm, dan Palland, 1954)
2. Psikologi adalah suatu studi sistematik tentang tingkah laku (Garrett,1961)
3. Psikologi adalah studi ilmiah tentang kegiatan-kegiatan individu hubungannya dengan lingkungan (Woodworth & Marquis, 1961)
4. Psikologi adalah suatu ilmu tentang tingkah laku organisme (Zimbardo, 1971)
5. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan proses mental (Hilgard, Atkinson, dan Atkinson, 1975)
6. Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia yang meliputi penerapannya kepada manusia (Morgan, King dan, Robinson, 1979)
7. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari laku manusia(Singgih Dirgagunarsa)
8. Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir (Plato dan Aristoteles)
9. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku lahiriah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respons) (John Broadus Watson)
10. Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia, seperti perasaan pancaindera, pikiran, merasa (feeling), dan kehendak (Wilhelm Wundt).
11. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktifitas individu sejak dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam hubungannya dengan alam sekitar (Woodworth dan Marquis).
12. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu dan sosial (Knight dan Knight).
13. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan (Hilgerf dan Clifford T. Morgan)
14. Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang manusia, oleh karena itu berhubungan dengan ilmu-ilmu lainnya, sebagaimana berhubungan dengan sosiologi dan biologi (Ruch)
15. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari hakikat manusia (Edwin G. Boring dan Herbert S. Langfeld)
16. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh mahluk hidup terhadap lingkungannya (Garden Murphy) (Ahmad Fauzi, 1999)
Dari definisi-definisi di atas dapat dikemukakan kategori-kategori penting dari psikologi, yaitu :
1. Psikologi sebagai ilmu, artinya dalam psikologi terdapat ciri-ciri penting salah satu bidang ilmu yang merupakan bagian dari disiplin ilmu-ilmu sosial. Psikologi merupakan akumulasi pengetahuan yang sistematis dan observatif
2. Manusia atau binatang, merupakan objek yang sama dalam psikologi, hanya saja manusia bergerak dengan perilaku yang dinamis dan berubah-ubah, sedangkan binatang bergerak mengikuti insting yang sifatnya kebiasaan yang mengikat pada instingnya. Dalam hal ini manusia memiliki insting yang sama dengan binatang, yang sifatnya fitrah, misalnya rasa lapar, rasa haus, nafsu seksual, berlindung dari berbagai ancaman yang membahayakan dan berusaha mengambil segala sesuatu yang bermanfaat dan menguntungkan bagi kehidupannya. Pola hidup binatang adalah statis, sedangkan pola hidup manusia progresif dan dinamis karena diberi akal untuk berpikir. Manusia apabila membangun rumah setiap tahun, desain arsitek dan artistikanya berubah-ubah, sedangkan burung pipit membuat sarang mulai ia dilahirkan sampai dewasa, dan masa tua, tidak pernah berubah desainnya. Semua tingkah laku ini menjadi objek material psikologi.
3. Psikologi mempelajari tingkah laku manusia sebagai gejala yang tampak dan dijadikan bahan kajian dalam melihat keadaan kejiwaan manusia atau hewan yang sesungguhnya. Berkaitan dengan tingkah laku manusia, Kartini Kartono (1990) membagi menjadi beberapa tingkatan (niveau), yaitu :
a. Niveau Anorganis, sebagai perilaku alamiah menurut hukum alam, misalnya gerak gravitasi bumi yang mengakibatkan semua benda yang jatuh pasti kebawah, artinya jika tidak ada gravitasi, benda tidak akan terjatuh.
b. Niveau Vegetatif, perilaku yang sama terdapat pada semua mahluk hidup yang berupa tumbuh-tumbuhan dan organisme karena adanya faktor internal dan eksternal sebagai daya hidup yang oleh Freud disebut dengan istilah libido.
c. Niveau Animal, perilaku instingtif yang terdapat pada ciri binatang, gerak kehidupan yang tidak direncanakan dan tanpa akal budi.
d. Niveau Human, perilaku instingtif dan disertai akal budi, perilaku terwujud dengan cara direncanakan dan disertai pandangan-pandangan yang berwawasan. Dalam perilaku manusia terdapat faktor-faktor yang mendukung dinamika perilakunya, yakni pengetahuan, pengalaman, pengamatan dan pendalaman terhadap situasi lingkungannya.
e. Niveau Absolut atau nivea religius, perilaku perpaduan yang koheren antara jiwa dan rasa, akal dan pikir manusia berkaitan dengan bentuk-bentuk keyakinan terhadap Dzat Yang Esa. Keyakinan tentang keberadaan Tuhan yang tidak dapat ditembus oleh akal manusia, tetapi perilaku ini khusus untuk orang yang berakal. Manusia bukan hanya mahluk berpikir, tetapi juga mahluk berkeyakinan, kekuatan dan perilaku absolut adalah adanya rujukan mutlak untuk berperilaku, yakni berupa kitab suci yang diyakini berasal dari Tuhan yang terlepas dari campur tangan manusia.
B. PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU
Psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku disini berarti juga melibatkan proses mental manusia, untuk menguraikan dan menunjukkan bahwa psikologi adalah suatu ilmu (science). Bukan hal yang mudah karena memerlukan uraian yang sangat panjang.
Lalu apa yang dimaksud dengan psikologi itu?
Menurut Wundt (1981) psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness) dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi itu.
Menurut Woodworth dan Marquis (1957) psikologi mempelajari aktivitas-aktivitas individu, pengertian aktivitas dalam arti yang luas baik aktivitas motorik, kognitif maupun emosional. Kalau pada Wundt digunakan pengertian kesadaran, maka pada Woodworth dan Marquis digunakan aktivitas-aktivitas. Namun keduanya baik kesadaran maupun aktivitas-aktivitas, hal tersebut menggambarkan tentang refleksi dari kehidupan kejiwaan.
Menurut Branca (1964) psikologi itu merupakan ilmu tentang perilaku. Dalam hal ini adalah menyangkut perilaku manusia. Namun demikian ini tidak berarti bahwa perilaku hewan tidak dikemukakan. Hal ini tergambar dalam bagian-bagian yang mengemukakan tentang penelitian-penelitian yang dilakukan dalam lapangan hewan.
Seperti telah dikemukakan diatas psikologi itu merupakan ilmu yang membicarakan tentang jiwa. Akan tetapi oleh karena jiwa itu sendiri tidak menampak, maka yang dapat dilihat atau diobservasi ialah perilaku atau aktivitas-aktivitas yang merupakan manifestasi atau penjelmaan kehidupan jiwa itu.
Perilaku atau aktivitas-aktivitas disini adalah dalam pengertian yang luas, yaitu meliputi perilaku yang menampak (overt behavior) dan juga perilaku yang tidak menampak (inner behavior) atau kalau yang dikemukakan oleh Woodworth dan Marquis ialah baik aktivitas motorik, kognitif dan emosional.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Apakah psikologi dapat digolongkan sebagai ilmu atau tidak, dapat dijawab dengan pertanyaan lain “ apakah syarat-syarat untuk disebut sebagai ilmu?” apakah syarat-syarat sebagai ilmu telah diketahui, kita tinggal menjawab apakah psikologi telah memenuhi syarat-syarat tersebut.
Syarat-syaratnya sebagai berikut :
Ø Objek tertentu
Ø Metode pendekatan atau penelitian tertentu
Ø Sistematika yang teratur sebagai hasil pendekatan terhadap objeknya
Ø Mempunyai riwayat atau sejarah tertentu
Metode psikologi, metode (yunani; methodos) adalah cara atau jalan, dalam konteks ilmiah, metode menyangkut masalah cara kerja yaitu cara kerja untuk memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Suatu metode bersifat ilmiah, antara lain memiliki ciri-ciri ;
Ø Objektif artinya dapat memberikan data atau informasi yang benar, sesuai dengan keadaan objek yang sesungguhnya
Ø Adekuat (adequate) artinya memadai, sesuai dengan masalah dan tujuannya
Ø Reliable artinya dapat dipercaya, memberikan informasi yang tepat dan cepat
Ø Valid artinya dapat dipercaya (sahih) sesuai dengan objeknya (kenyataannya)
Ø Sistematis artinya memberikan data atau informasi yang tersusun baik, sehingga memudahkan penarikan kesimpulan
Ø Akurat (accurate) artinya memberikan data atau informasi dengan teliti
Comments
Post a Comment